Cerita Sex Ngentot Jatahan Dengan Sekertaris Kelasku



Cerita Sex Ngentot Jatahan Dengan Sekertaris Kelasku - Sebelumnya maaf ni gan, karena teks nya seperti ini, soalnya cerita sex yang satu ini emang singkat tapi jangan kawatir pasti puas kalo baca yg singkat.  dimana kisah ini menceritakan dia berhubang sex atau Ml didalam kelas yang kosong.dari pada teman-teman penasaran langsung saja simak cerita berikut cekicroooths..

Ketika itu, sekolahku

sedang mengikuti

persiapan untuk lomba

basket HEXOS Cup. Sebagai

pemain inti tentu saja aku

mengikuti program latihan yang diberikan oleh

pelatih. Kami diharuskan

menginap di sekolah untuk

suatu latihan. Yah,

terpaksa aku menginap

juga di sekolah. Ternyata yang menginap tidak

hanya tim basket putra

tetapi juga tim basket

putri. Dalam hati aku

bersorak gembira karena

di tim basket putri di sekolahku terdapat

banyak cewek cantik.

Apalagi pakaian tim cewek

memang sangat sexy.

Memang mereka bisa main

basket, cuma yang bisa bermain bagus hanya satu

atau dua orang saja. Aku

datang ke sekolah pukul

16:00 WIB. Setelah

menaruh tasku di kelas,

aku segera bergabung dengan teman-temanku. Saat itu langit masih agak

terang, sehingga aku

masih bisa bermain di

lapangan basket yang

outdoor. Latihan berjalan

seperti biasa. Pemanasan, latihan lay-up dan

permainan. Seperti biasa,

putra dan putri dicampur.

Jadi di satu tim terdapat

3 cowok dan 2 cewek. Aku

main seperti biasa tidak terlalu ngotot. Saat itu

tim lawan sedang menekan

timku. Vinna sedang

melakukan jump shoot,

aku berusaha

menghalanginya dengan melakukan blocking. Namun

usahaku gagal, tanganku

justru menyentuh bagian

terlarangnya. Aku benar-

benar tidak bermaksud

menyentuh dadanya. Memang dadanya tidak

terlalu besar namun

setelah menyentuhnya

kurasakan payudaranya

sangat kenyal. Lalu aku

meminta maaf kepadanya. Vinna pun menerima

maafku dengan wajah

agak merah. Setelah itu

giliran timku melakukan

serangan. Lagi-lagi aku

berhadapan dengan Vinna. Aku berusaha menerobos

defend dari Vinna. Namun

tak sengaja aku

menjatuhkan Vinna dan

aku dikenai personal foul.

Aku mencoba membantu Vinna berdiri. Kulihat

kakinya berdarah, lalu

kutawarkan untuk

mengantarkannya

membesihkan luka itu.

Vinna pun menerima ajakanku. Kami pun

berjalan menuju ke ruang

guru yang jaraknya

memang agak jauh dengan

lapangan basket. Vinna

berjalan tertatih-tatih, maka kubantu ia bejalan.

Saat itu sekolahku sudah

kosong semua, hanya

tinggal kami tim basket

dan karyawan sekolah. Sesampainya di ruang

guru, aku segera

mengambil peralatan P3K.

Kubasahi luka di paha kiri

Vinna dengan perlahan.

Sesekali Vinna mendesah kesakitan. Setelah kucuci

lukanya, kuberi obat

merah dan kuperban

kakinya. Saat menangani

lukanya, baru kusadari

bahwa Vinna juga memiliki kaki yang menurutku

sangat sexy. Kakinya

sangat panjang dan mulus.

Apalagi dia hanya

mengenakan celana

pendek. Kuarahkan pandanganku ke atas.

Dadanya tidak terlalu

besar, namun cukuplah

bagi cewek berusia 17

tahun. Oh ya.. Vinna

berusia 17 tahun, rambutnya lurus panjang

sebahu, kulitnya putih

mulus, dia Asli Indo

sepertiku. Tingginya 172

cm dan beratnya kira-kira

50 kg. Tiba-tiba kudengar

erangan Vinna yang

membangunkanku dari

lamunanku. “Ada apa Vin?” kutanya

dia dengan lembut. “Kakiku rasanya sakit

banget.” jawabnya. “Di mana Vin?” tanyaku

dengan agak panik. “Di sekitar lukaku..” Kupegang daerah di

sekitar lukanya dan mulai

memijatnya. Penisku lama-

lama bangun apalagi

mendengar desahan Vinna.

Tampaknya ini hanya taktik Vinna untuk

mendekatiku. Aku pun tak

bisa berpikir jernih lagi.

Segera saja kulumat bibir

Vinna yang indah itu. Vinna

pun tak mencoba melepaskan diri. Ia sangat

menikmati ciumanku.

Perlahan, Vinna pun

membalas ciumanku.

Tanganku mulai merambah

ke daerah dadanya. Kuraba dadanya dari luar

bajunya yang basah oleh

keringat. Vinna semakin

terangsang. Kucoba

membuka bajunya, namun

aku tidak ingin buru-buru. Kuhentikan seranganku.

Vinna yang sudah

terangsang agak kaget

dengan sikapku. Namun

aku menjelaskan bahwa

aku tak ingin terburu- buru dan Vinna pun dapat

memahami alasanku

walaupun ia merasa

sangat kecewa. Kemudian

aku membantunya kembali

ke lapangan. Sebelum kembali ke lapangan aku

mencium mulutnya sekali

lagi. Kami pun berjanji

untuk bertemu di ruang

kelas IB setelah latihan

selesai. Dalam hati aku berjanji bahwa aku harus

merasakan kenikmatan

tubuhnya. Sisa latihan

malam itu pun kulakukan

dengan separuh hati. Setelah latihan, kami

semua mandi dan

beristirahat. Kesempatan

bebas itulah yang kami

gunakan untuk bertemu.

Di ruang kelas itu kami saling mengobrol dengan

bebas. Aku pun tahu

bahwa Vinna belum pernah

memiliki pacar sebelumnya

dan kurasa dia menaruh

hati padaku. Perasaanku padanya biasa-biasa saja.

Namun mendapat

kesempatan ini aku pun

tak ingin melewatkannya.

Kami pun mengobrol

dengan santai. Vinna pun bermanja-manja denganku.

Kepalanya disandarkan ke

bahuku dan aku pun

membelai rambutnya yang

wangi itu. Entah siapa

yang memulai, kami saling berpagutan satu sama

lain. Bibirnya yang hangat

telah menempel dengan

bibirku. Lidah kami pun

saling beradu.Kuarahkan

ciumanku ke bawah. Kupagut lehernya dengan

lembut sehingga Vinna

mendesah. Tanganku mulai

aktif melancarkan

serangan ke dada Vinna.

Kurasakan payudara Vinna mulai mengeras. Kusingkap

T-Shirt pink miliknya dan

terlihatlah payudara Vinna

terbungkus Triumph 32B.

Ketika aku akan

melancarkan seranganku, Vinna tiba-tiba melarang.

Kali ini dia yang belum siap.

Rupanya ia ingin

melakukannya secara utuh

denganku di suatu tempat

yang pantas. Aku pun memahami maksudnya.

Akhirnya kami hanya

berciuman saja. Keesokan harinya, kami

kembali melakukan latihan

basket. Namun Vinna

hanya melakukan latihan

ringan saja. Pukul 13:00

kami boleh pulang ke rumah masing-masing.

Kutawarkan tumpangan

kepada Vinna. Aku memang

membawa mobil sendiri ke

sekolah. Kuantarkan ke

rumahnya di sebuah jalan besar. Sesampainya di

sana, aku diajaknya masuk

ke rumahnya. Aku tahu

bahwa Vinna tidak tinggal

bersama orang tuanya.

Orang tuanya terlalu sibuk mengurus bisnis mereka.

Vinna memang anak orang

kaya. Pertama-tama aku

minta ijin memakai kamar

mandinya untuk mandi

sejenak. Setelah selesai, aku menunggu di

kamarnya. Kamarnya

cukup luas. Suasananya

pun cukup enak. Aku kini

mengerti mengapa Vinna

tak ingin melakukannya di kelas. Vinna juga sedang

mandi rupanya. Memang

cewek kalau mandi itu

agak lama. Tak lama, Vinna keluar

dari kamar mandi dengan

mengenakan T-Shirt Hello

Kitty berwarna biru muda

dengan celana pendek.

Lalu kami pun berbincang- bincang. Aku pun memuji

kecantikannya. Setelah

agak lama berbincang,

kami saling memandang

dan kami pun mulai

berciuman.Ciuman kali ini sangat kunikmati. Kuraba

dengan lembut payudara

Vinna. Kemudian kubuka

baju Vinna dan terlihatlah

BH hitam membungkus

payudara yang sangat indah. Aku termenung

sejenak lalu mulai melepas

pakaianku dan pakaiannya.

Aku sudah telanjang

sedangkan Vinna masih

mengenakan pakaian dalam berwarna hitam.

Kulanjutkan ciumanku di

dada Vinna. Vinna

melenguh perlahan

menikmati perlakuanku. Perlahan-lahan kuarahkan

mulutku di antara dua

belahan pahanya yang

mulus. Lalu kusentuh

permukaan celana

dalamnya yang sexy dengan ujung lidahku.

Badan Vinna seperti

mengejang perlahan.

Kuliarkan lidahku di celana

dalamnya. Vinna pun

mendesah nikmat karena lidahku mengenai

klistorisnya. Kulepas BH

dan CD-nya hingga

tampaklah sesosok tubuh

yang sangat indah dan

proporsional. Kembali aku mempermainkan buah

dadanya. Buah dadanya

sudah mulai menegang dan

bentuknya pun menjadi

sangat indah walaupun

tidak besar. Kugigit-gigit lembut putingnya yang

menegang keras.

Kuturunkan ciumanku ke

arah rambut-rambut halus

yang tertata rapi di

bagian bawah tubuhnya. Kucium harum khas

kemaluan Vinna. Kujulurkan

lidahku masuk ke dalam

belahan kemaluannya dan

berusaha menemukan

klistorisnya. Ketika kutemukan daging kecil

itu, Vinna mengeluarkan

desahan-desahan yang

sangat merangsang diriku.

Aku semakin bergairah

untuk merasakan sempitnya kemaluannya.

Kemaluannya terus

kulumat dengan lidahku.

Tak lama kemudian,

kurasakan kepalaku dijepit

oleh kedua belah paha Vinna. Badan Vinna mulai

mengejang, melonjak dan melengkungkan tubuhnya

sesaat. Vinna telah

mencapai orgasme

pertamanya bersamaku.

Kubiarkan ia menikmati

gelombang orgasme pertamanya selama

beberapa menit dengan

terus memainkan lidahku

dengan lembut di daerah

sensitifnya. Kemudian

Vinna terbaring lemas karena gelombang

orgasme yang telah

melandanya tadi. Ia sangat

menikmati orgasme nya

tadi. Memahami kebutuhanku,

Vinna kembali aktif. Vinna

meraih batang kemaluanku

dan menyentuhkan

lidahnya ke kepala

penisku. Kurasakan hisapannya masih malu-

malu. Tapi terus

kumotivasi dia dengan

ucapan-ucapan kotor. Dan

usahaku berhasil. Lama-

lama Vinna tidak lagi merasa canggung.

Hisapannya mulai

membuatku mendesah.

Ukuran mulut Vinna pas

sekali dengan lebar

penisku. Jadi kenikmatan yang kudapat sangatlah

nikmat. Aku pun tak mau

diam. Kuraih kedua paha

Vinna dan kubenamkan

kepalaku diantaranya.

Sehingga kami membentuk sikap 69. Rangsangan-

rangsangan yang telah

menjalari tubuh kami

berdua rupanya sudah

semakin hebat dan tak

dapat ditahan lagi. Vinna bergulir ke sampingku,

memutar posisi tubuhnya

sehingga kami dapat

berciuman sejenak. Aku bertanya, “Vin, aku

masukkan ya?” Dengan

lemah, Vinna pun

menganggukkan kepala.

Kubaringkan tubuhnya ke

ranjang, kuangkat kedua belah tungkainya yang

muluh ke bahuku.

Kuarahkan kepala

kemaluanku menuju ke

arah kemaluannya. Lalu

kumasukkan kepalanya dahulu ke dalam milik

Vinna. Rupanya kemaluan

Vinna sangat sempit. Tidak

dapat kumasuki. Vinna

mendesah kesakitan sambil

melonjak ketika aku mencoba menekannya.

Sebenarnya aku senang

mendapat vagina yang

begitu sempit. Namun aku

sangat kesulitan

memasukkannya. Aku sudah sangat bersusah

payah melakukannya. Aku

sangat berhati-hati dalam

melakukannya, karena aku

tak mau menyakiti Vinna.

Aku merasa kasihan pada Vinna. Vinna terpaksa

harus menahan gejolak

nafsu dalam dirinya

karena hal ini. Wajahnya

terlihat sangat menderita.

Terpaksa kuambil jalan pintas. Kumasukkan sekali

lagi kepala kemaluanku ke

dalam lubang kemaluan

Vinna dan kudorong

sekuat tenaga, namun

gagal. Justru aku kesakitan sendiri. Vinna

pun menjerit kesakitan.

Kucoba menenangkannya

sebentar. Lalu kucoba lagi. Setelah 5 menit akhirnya

berhasil. Penisku ternyata

dapat masuk seluruhnya

ke dalam milik Vinna. Dapat

dikatakan sangat pas.

Kurasa milik Vinna sangat dalam, karena dari semua

cewek yang pernah ML

denganku, vaginanya tak

ada yang dapat

menampung milikku. Paling-

paling hanya 3/4-nya. Mungkin karena Vinna itu

tinggi sehingga vaginanya

juga dalam. Setelah masuk

semua, kudiamkan

beberapa saat agar Vinna

terbiasa. Lalu penisku mulai kutekan-tekankan

perlahan-lahan. Vinna

masih mendesah kesakitan.

Walau penisku dapat

masuk semuanya tapi ini

sangat terasa sempit. Lama-lama kugerakkan

agak cepat. Vinna sudah

dapat mengikuti

permainanku. Ia sudah

dapat mendesah nikmat.

Klistorisnya tergesek terus oleh milikku. Setelah

agak lama, kuganti posisi.

Aku berada terlentang di

ranjang dan Vinna berada

di atasku menghadap ke

arahku. Dengan posisi ini, Vinna dapat mengatur

sendiri kecepatan penisku.

Vinna menggerakkan

sendiri pantatnya. Aku pun

menaikkan pantatku saat

Vinna menurunkan pantatnya. Tanganku pun

berada di kedua bukit

kembarnya. Sensasi ini

sungguh luar biasa. Vinna sangat menikmati

permainan ini. Vinna

mendesah lantang dan ia

bergerak semakin seru

setiap kali kejantananku

menghantam ujung rahimnya. Gerakan kami

berdua semakin cepat dan

semakin melelahkan,

sampai akhirnya Vinna

mengejang dan

membusurkan badannya kembali. Gelombang

orgasme kedua telah

melandanya. Ia tampak

masih berusaha

meneruskan gerakan-

gerakan naik turunnya untuk memperlama waktu

orgasmenya yang kedua

sebelum akhirnya

merebahkan tubuhnya

yang lemas di atas

tubuhku dan terdiam untuk beberapa saat.

Tubuhnya bermandikan

keringat. Aku menatap

wajahnya yang

menunjukan rasa bahagia. Setelah memulihkan

tenaga sesaat. Kembali

aku melakukan permainan.

Kali ini doggy style.

Kubimbing ia pada posisi

itu. Aku berdiri di belakangnya dan

menusukkan penisku ke

dalam miliknya.

Kugerakkan penisku

perlahan, namun lama-

lama semakin cepat. Vinna berulangkali mendesah

sambil mengucapkan kata-

kata kotor yang tak

dapat kubayangkan

mampu keluar dari mulut

gadis cantik seperti dia. Sampai akhirnya aku

merasakan spermaku

sudah mengumpul di

penisku. Kukatakan

padanya aku hampir

orgasme. Dia pun hampir orgasme. Kupercepat laju

penisku di dalam

vaginanya. Kubuat agar

Vinna keluar terlebih

dahulu. Vinna pun meraih

orgasmenya yang ketiga. Kubiarkan penisku di dalam

vaginanya untuk

menambah sensasi

baginya, walau aku harus

mati-matian menahan laju

spermaku agar tidak muntah di dalam.

Kemudian, kucabut penisku

dan kumasukkan dalam

mulutnya. Spermaku

ternyata tidak mau

keluar. Vinna pun berinisiatif mengulum

penisku. Tak lama

kemudian, spermaku

muncrat di dalam

mulutnya. Spermaku

keluar banyak sekali. Vinna kaget, namun ia segera

menelannya. Kami diam

sesaat. “Vin, kamu masih

kuat untuk main lagi?”

tanyaku nakal. “Tentu

donk..” jawabnya mesra. Vinna memang memiliki

stamina yang kuat.

Walaupun tubuhnya telah

basah oleh peluh keringat,

ia masih belum capai. Setelah penisku kembali

tegang, aku duduk dan

Vinna duduk di atasku.

Kumasukkan kembali

penisku ke dalam

vaginanya. Kali ini sudah tidak sesulit tadi walaupun

masih agak rapat.

Kugoyangkan pantatnya

untuk meraih kenikmatan.

Kugesek-gesek

klistorisnya dengan penisku. Vinna kembali

bergairah menyambutnya.

Lalu kucoba menusukkan

penisku keras-keras.

Rasanya sungguh luar

biasa. Vinna sangat menyukai tusukan itu.

Ketika spermaku sudah

mengumpul lagi, aku

berganti posisi. Vinna

kutidurkan terlentang lalu

aku tengkurap di atasnya. Kugerakkan pantatku naik

turun dengan cepat.

Namun Vinna kurang

menyukai posisi ini.

Kuanjurkan dia untuk

tengkurap di atas ranjang dan aku di atasnya.

Seperti kura-kura saling

menumpang. Kumasukkan

penisku ke dalam liang

kenikmatannya. Vinna

kembali merasakan rasa puas. Kugerakkan penisku

dengan cepat. Vinna

akhirnya keluar juga

untuk yang keempat

kalinya. Aku pun

mengeluarkan spermaku lagi di kedua belah

dadanya. Kami pun

tertidur selama beberapa

jam. Ketika aku bangun,

jam sudah menunjukkan

pukul 19:30. Aku pun mencoba bangkit dari

ranjang. Vinna pun

terbangun. Saat itulah

Vinna mengungkapkan

perasaannya padaku.

Kuterima cintanya dengan tulus. Kami pun

berpacaran. Setelah 5

bulan berpacaran, kami

pun putus dengan baik-

baik. Tapi aku tetap

menyukainya. Vin, di mana pun kamu,

kalau kau membaca cerita

ini. Ingatlah selalu

kepadaku!

Tamat.

semoga menghibur agan-agan yang sedang suntuk dan jika tulisan nya agak ngaur soal nya saya sedang suntuk..kkwkwkw terima kasih. Cerita Sex Anak SMA Terbaru 2013 Dapat Jatah Dari Sekretaris Kelas Ku Cerita Sex Anak SMA Terbaru 2013 Dapat Jatah Dari Sekretaris Kelas Ku

Nangkring Gan   Sekarang akan menyajikan Cerita Sex Terbaru 2013 yang berjudul "Cerita Sex Anak SMA Terbaru 2013 Dapat Jatah Dari Sekretaris Kelas Ku" diman kisah ini menceritakan dia berhubang sex atau Ml didalam kelas yang kosong.dari pada teman-teman penasaran langsung saja simak cerita berikut cekicroooths..

Ketika itu, sekolahku

sedang mengikuti

persiapan untuk lomba

basket HEXOS Cup. Sebagai

pemain inti tentu saja aku

mengikuti program latihan yang diberikan oleh

pelatih. Kami diharuskan

menginap di sekolah untuk

suatu latihan. Yah,

terpaksa aku menginap

juga di sekolah. Ternyata yang menginap tidak

hanya tim basket putra

tetapi juga tim basket

putri. Dalam hati aku

bersorak gembira karena

di tim basket putri di sekolahku terdapat

banyak cewek cantik.

Apalagi pakaian tim cewek

memang sangat sexy.

Memang mereka bisa main

basket, cuma yang bisa bermain bagus hanya satu

atau dua orang saja. Aku

datang ke sekolah pukul

16:00 WIB. Setelah

menaruh tasku di kelas,

aku segera bergabung dengan teman-temanku. Saat itu langit masih agak

terang, sehingga aku

masih bisa bermain di

lapangan basket yang

outdoor. Latihan berjalan

seperti biasa. Pemanasan, latihan lay-up dan

permainan. Seperti biasa,

putra dan putri dicampur.

Jadi di satu tim terdapat

3 cowok dan 2 cewek. Aku

main seperti biasa tidak terlalu ngotot. Saat itu

tim lawan sedang menekan

timku. Vinna sedang

melakukan jump shoot,

aku berusaha

menghalanginya dengan melakukan blocking. Namun

usahaku gagal, tanganku

justru menyentuh bagian

terlarangnya. Aku benar-

benar tidak bermaksud

menyentuh dadanya. Memang dadanya tidak

terlalu besar namun

setelah menyentuhnya

kurasakan payudaranya

sangat kenyal. Lalu aku

meminta maaf kepadanya. Vinna pun menerima

maafku dengan wajah

agak merah. Setelah itu

giliran timku melakukan

serangan. Lagi-lagi aku

berhadapan dengan Vinna. Aku berusaha menerobos

defend dari Vinna. Namun

tak sengaja aku

menjatuhkan Vinna dan

aku dikenai personal foul.

Aku mencoba membantu Vinna berdiri. Kulihat

kakinya berdarah, lalu

kutawarkan untuk

mengantarkannya

membesihkan luka itu.

Vinna pun menerima ajakanku. Kami pun

berjalan menuju ke ruang

guru yang jaraknya

memang agak jauh dengan

lapangan basket. Vinna

berjalan tertatih-tatih, maka kubantu ia bejalan.

Saat itu sekolahku sudah

kosong semua, hanya

tinggal kami tim basket

dan karyawan sekolah. Sesampainya di ruang

guru, aku segera

mengambil peralatan P3K.

Kubasahi luka di paha kiri

Vinna dengan perlahan.

Sesekali Vinna mendesah kesakitan. Setelah kucuci

lukanya, kuberi obat

merah dan kuperban

kakinya. Saat menangani

lukanya, baru kusadari

bahwa Vinna juga memiliki kaki yang menurutku

sangat sexy. Kakinya

sangat panjang dan mulus.

Apalagi dia hanya

mengenakan celana

pendek. Kuarahkan pandanganku ke atas.

Dadanya tidak terlalu

besar, namun cukuplah

bagi cewek berusia 17

tahun. Oh ya.. Vinna

berusia 17 tahun, rambutnya lurus panjang

sebahu, kulitnya putih

mulus, dia Asli Indo

sepertiku. Tingginya 172

cm dan beratnya kira-kira

50 kg. Tiba-tiba kudengar

erangan Vinna yang

membangunkanku dari

lamunanku. “Ada apa Vin?” kutanya

dia dengan lembut. “Kakiku rasanya sakit

banget.” jawabnya. “Di mana Vin?” tanyaku

dengan agak panik. “Di sekitar lukaku..” Kupegang daerah di

sekitar lukanya dan mulai

memijatnya. Penisku lama-

lama bangun apalagi

mendengar desahan Vinna.

Tampaknya ini hanya taktik Vinna untuk

mendekatiku. Aku pun tak

bisa berpikir jernih lagi.

Segera saja kulumat bibir

Vinna yang indah itu. Vinna

pun tak mencoba melepaskan diri. Ia sangat

menikmati ciumanku.

Perlahan, Vinna pun

membalas ciumanku.

Tanganku mulai merambah

ke daerah dadanya. Kuraba dadanya dari luar

bajunya yang basah oleh

keringat. Vinna semakin

terangsang. Kucoba

membuka bajunya, namun

aku tidak ingin buru-buru. Kuhentikan seranganku.

Vinna yang sudah

terangsang agak kaget

dengan sikapku. Namun

aku menjelaskan bahwa

aku tak ingin terburu- buru dan Vinna pun dapat

memahami alasanku

walaupun ia merasa

sangat kecewa. Kemudian

aku membantunya kembali

ke lapangan. Sebelum kembali ke lapangan aku

mencium mulutnya sekali

lagi. Kami pun berjanji

untuk bertemu di ruang

kelas IB setelah latihan

selesai. Dalam hati aku berjanji bahwa aku harus

merasakan kenikmatan

tubuhnya. Sisa latihan

malam itu pun kulakukan

dengan separuh hati. Setelah latihan, kami

semua mandi dan

beristirahat. Kesempatan

bebas itulah yang kami

gunakan untuk bertemu.

Di ruang kelas itu kami saling mengobrol dengan

bebas. Aku pun tahu

bahwa Vinna belum pernah

memiliki pacar sebelumnya

dan kurasa dia menaruh

hati padaku. Perasaanku padanya biasa-biasa saja.

Namun mendapat

kesempatan ini aku pun

tak ingin melewatkannya.

Kami pun mengobrol

dengan santai. Vinna pun bermanja-manja denganku.

Kepalanya disandarkan ke

bahuku dan aku pun

membelai rambutnya yang

wangi itu. Entah siapa

yang memulai, kami saling berpagutan satu sama

lain. Bibirnya yang hangat

telah menempel dengan

bibirku. Lidah kami pun

saling beradu.Kuarahkan

ciumanku ke bawah. Kupagut lehernya dengan

lembut sehingga Vinna

mendesah. Tanganku mulai

aktif melancarkan

serangan ke dada Vinna.

Kurasakan payudara Vinna mulai mengeras. Kusingkap

T-Shirt pink miliknya dan

terlihatlah payudara Vinna

terbungkus Triumph 32B.

Ketika aku akan

melancarkan seranganku, Vinna tiba-tiba melarang.

Kali ini dia yang belum siap.

Rupanya ia ingin

melakukannya secara utuh

denganku di suatu tempat

yang pantas. Aku pun memahami maksudnya.

Akhirnya kami hanya

berciuman saja. Keesokan harinya, kami

kembali melakukan latihan

basket. Namun Vinna

hanya melakukan latihan

ringan saja. Pukul 13:00

kami boleh pulang ke rumah masing-masing.

Kutawarkan tumpangan

kepada Vinna. Aku memang

membawa mobil sendiri ke

sekolah. Kuantarkan ke

rumahnya di sebuah jalan besar. Sesampainya di

sana, aku diajaknya masuk

ke rumahnya. Aku tahu

bahwa Vinna tidak tinggal

bersama orang tuanya.

Orang tuanya terlalu sibuk mengurus bisnis mereka.

Vinna memang anak orang

kaya. Pertama-tama aku

minta ijin memakai kamar

mandinya untuk mandi

sejenak. Setelah selesai, aku menunggu di

kamarnya. Kamarnya

cukup luas. Suasananya

pun cukup enak. Aku kini

mengerti mengapa Vinna

tak ingin melakukannya di kelas. Vinna juga sedang

mandi rupanya. Memang

cewek kalau mandi itu

agak lama. Tak lama, Vinna keluar

dari kamar mandi dengan

mengenakan T-Shirt Hello

Kitty berwarna biru muda

dengan celana pendek.

Lalu kami pun berbincang- bincang. Aku pun memuji

kecantikannya. Setelah

agak lama berbincang,

kami saling memandang

dan kami pun mulai

berciuman.Ciuman kali ini sangat kunikmati. Kuraba

dengan lembut payudara

Vinna. Kemudian kubuka

baju Vinna dan terlihatlah

BH hitam membungkus

payudara yang sangat indah. Aku termenung

sejenak lalu mulai melepas

pakaianku dan pakaiannya.

Aku sudah telanjang

sedangkan Vinna masih

mengenakan pakaian dalam berwarna hitam.

Kulanjutkan ciumanku di

dada Vinna. Vinna

melenguh perlahan

menikmati perlakuanku. Perlahan-lahan kuarahkan

mulutku di antara dua

belahan pahanya yang

mulus. Lalu kusentuh

permukaan celana

dalamnya yang sexy dengan ujung lidahku.

Badan Vinna seperti

mengejang perlahan.

Kuliarkan lidahku di celana

dalamnya. Vinna pun

mendesah nikmat karena lidahku mengenai

klistorisnya. Kulepas BH

dan CD-nya hingga

tampaklah sesosok tubuh

yang sangat indah dan

proporsional. Kembali aku mempermainkan buah

dadanya. Buah dadanya

sudah mulai menegang dan

bentuknya pun menjadi

sangat indah walaupun

tidak besar. Kugigit-gigit lembut putingnya yang

menegang keras.

Kuturunkan ciumanku ke

arah rambut-rambut halus

yang tertata rapi di

bagian bawah tubuhnya. Kucium harum khas

kemaluan Vinna. Kujulurkan

lidahku masuk ke dalam

belahan kemaluannya dan

berusaha menemukan

klistorisnya. Ketika kutemukan daging kecil

itu, Vinna mengeluarkan

desahan-desahan yang

sangat merangsang diriku.

Aku semakin bergairah

untuk merasakan sempitnya kemaluannya.

Kemaluannya terus

kulumat dengan lidahku.

Tak lama kemudian,

kurasakan kepalaku dijepit

oleh kedua belah paha Vinna. Badan Vinna mulai

mengejang, melonjak dan melengkungkan tubuhnya

sesaat. Vinna telah

mencapai orgasme

pertamanya bersamaku.

Kubiarkan ia menikmati

gelombang orgasme pertamanya selama

beberapa menit dengan

terus memainkan lidahku

dengan lembut di daerah

sensitifnya. Kemudian

Vinna terbaring lemas karena gelombang

orgasme yang telah

melandanya tadi. Ia sangat

menikmati orgasme nya

tadi. Memahami kebutuhanku,

Vinna kembali aktif. Vinna

meraih batang kemaluanku

dan menyentuhkan

lidahnya ke kepala

penisku. Kurasakan hisapannya masih malu-

malu. Tapi terus

kumotivasi dia dengan

ucapan-ucapan kotor. Dan

usahaku berhasil. Lama-

lama Vinna tidak lagi merasa canggung.

Hisapannya mulai

membuatku mendesah.

Ukuran mulut Vinna pas

sekali dengan lebar

penisku. Jadi kenikmatan yang kudapat sangatlah

nikmat. Aku pun tak mau

diam. Kuraih kedua paha

Vinna dan kubenamkan

kepalaku diantaranya.

Sehingga kami membentuk sikap 69. Rangsangan-

rangsangan yang telah

menjalari tubuh kami

berdua rupanya sudah

semakin hebat dan tak

dapat ditahan lagi. Vinna bergulir ke sampingku,

memutar posisi tubuhnya

sehingga kami dapat

berciuman sejenak. Aku bertanya, “Vin, aku

masukkan ya?” Dengan

lemah, Vinna pun

menganggukkan kepala.

Kubaringkan tubuhnya ke

ranjang, kuangkat kedua belah tungkainya yang

muluh ke bahuku.

Kuarahkan kepala

kemaluanku menuju ke

arah kemaluannya. Lalu

kumasukkan kepalanya dahulu ke dalam milik

Vinna. Rupanya kemaluan

Vinna sangat sempit. Tidak

dapat kumasuki. Vinna

mendesah kesakitan sambil

melonjak ketika aku mencoba menekannya.

Sebenarnya aku senang

mendapat vagina yang

begitu sempit. Namun aku

sangat kesulitan

memasukkannya. Aku sudah sangat bersusah

payah melakukannya. Aku

sangat berhati-hati dalam

melakukannya, karena aku

tak mau menyakiti Vinna.

Aku merasa kasihan pada Vinna. Vinna terpaksa

harus menahan gejolak

nafsu dalam dirinya

karena hal ini. Wajahnya

terlihat sangat menderita.

Terpaksa kuambil jalan pintas. Kumasukkan sekali

lagi kepala kemaluanku ke

dalam lubang kemaluan

Vinna dan kudorong

sekuat tenaga, namun

gagal. Justru aku kesakitan sendiri. Vinna

pun menjerit kesakitan.

Kucoba menenangkannya

sebentar. Lalu kucoba lagi. Setelah 5 menit akhirnya

berhasil. Penisku ternyata

dapat masuk seluruhnya

ke dalam milik Vinna. Dapat

dikatakan sangat pas.

Kurasa milik Vinna sangat dalam, karena dari semua

cewek yang pernah ML

denganku, vaginanya tak

ada yang dapat

menampung milikku. Paling-

paling hanya 3/4-nya. Mungkin karena Vinna itu

tinggi sehingga vaginanya

juga dalam. Setelah masuk

semua, kudiamkan

beberapa saat agar Vinna

terbiasa. Lalu penisku mulai kutekan-tekankan

perlahan-lahan. Vinna

masih mendesah kesakitan.

Walau penisku dapat

masuk semuanya tapi ini

sangat terasa sempit. Lama-lama kugerakkan

agak cepat. Vinna sudah

dapat mengikuti

permainanku. Ia sudah

dapat mendesah nikmat.

Klistorisnya tergesek terus oleh milikku. Setelah

agak lama, kuganti posisi.

Aku berada terlentang di

ranjang dan Vinna berada

di atasku menghadap ke

arahku. Dengan posisi ini, Vinna dapat mengatur

sendiri kecepatan penisku.

Vinna menggerakkan

sendiri pantatnya. Aku pun

menaikkan pantatku saat

Vinna menurunkan pantatnya. Tanganku pun

berada di kedua bukit

kembarnya. Sensasi ini

sungguh luar biasa. Vinna sangat menikmati

permainan ini. Vinna

mendesah lantang dan ia

bergerak semakin seru

setiap kali kejantananku

menghantam ujung rahimnya. Gerakan kami

berdua semakin cepat dan

semakin melelahkan,

sampai akhirnya Vinna

mengejang dan

membusurkan badannya kembali. Gelombang

orgasme kedua telah

melandanya. Ia tampak

masih berusaha

meneruskan gerakan-

gerakan naik turunnya untuk memperlama waktu

orgasmenya yang kedua

sebelum akhirnya

merebahkan tubuhnya

yang lemas di atas

tubuhku dan terdiam untuk beberapa saat.

Tubuhnya bermandikan

keringat. Aku menatap

wajahnya yang

menunjukan rasa bahagia. Setelah memulihkan

tenaga sesaat. Kembali

aku melakukan permainan.

Kali ini doggy style.

Kubimbing ia pada posisi

itu. Aku berdiri di belakangnya dan

menusukkan penisku ke

dalam miliknya.

Kugerakkan penisku

perlahan, namun lama-

lama semakin cepat. Vinna berulangkali mendesah

sambil mengucapkan kata-

kata kotor yang tak

dapat kubayangkan

mampu keluar dari mulut

gadis cantik seperti dia. Sampai akhirnya aku

merasakan spermaku

sudah mengumpul di

penisku. Kukatakan

padanya aku hampir

orgasme. Dia pun hampir orgasme. Kupercepat laju

penisku di dalam

vaginanya. Kubuat agar

Vinna keluar terlebih

dahulu. Vinna pun meraih

orgasmenya yang ketiga. Kubiarkan penisku di dalam

vaginanya untuk

menambah sensasi

baginya, walau aku harus

mati-matian menahan laju

spermaku agar tidak muntah di dalam.

Kemudian, kucabut penisku

dan kumasukkan dalam

mulutnya. Spermaku

ternyata tidak mau

keluar. Vinna pun berinisiatif mengulum

penisku. Tak lama

kemudian, spermaku

muncrat di dalam

mulutnya. Spermaku

keluar banyak sekali. Vinna kaget, namun ia segera

menelannya. Kami diam

sesaat. “Vin, kamu masih

kuat untuk main lagi?”

tanyaku nakal. “Tentu

donk..” jawabnya mesra. Vinna memang memiliki

stamina yang kuat.

Walaupun tubuhnya telah

basah oleh peluh keringat,

ia masih belum capai. Setelah penisku kembali

tegang, aku duduk dan

Vinna duduk di atasku.

Kumasukkan kembali

penisku ke dalam

vaginanya. Kali ini sudah tidak sesulit tadi walaupun

masih agak rapat.

Kugoyangkan pantatnya

untuk meraih kenikmatan.

Kugesek-gesek

klistorisnya dengan penisku. Vinna kembali

bergairah menyambutnya.

Lalu kucoba menusukkan

penisku keras-keras.

Rasanya sungguh luar

biasa. Vinna sangat menyukai tusukan itu.

Ketika spermaku sudah

mengumpul lagi, aku

berganti posisi. Vinna

kutidurkan terlentang lalu

aku tengkurap di atasnya. Kugerakkan pantatku naik

turun dengan cepat.

Namun Vinna kurang

menyukai posisi ini.

Kuanjurkan dia untuk

tengkurap di atas ranjang dan aku di atasnya.

Seperti kura-kura saling

menumpang. Kumasukkan

penisku ke dalam liang

kenikmatannya. Vinna

kembali merasakan rasa puas. Kugerakkan penisku

dengan cepat. Vinna

akhirnya keluar juga

untuk yang keempat

kalinya. Aku pun

mengeluarkan spermaku lagi di kedua belah

dadanya. Kami pun

tertidur selama beberapa

jam. Ketika aku bangun,

jam sudah menunjukkan

pukul 19:30. Aku pun mencoba bangkit dari

ranjang. Vinna pun

terbangun. Saat itulah

Vinna mengungkapkan

perasaannya padaku.

Kuterima cintanya dengan tulus. Kami pun

berpacaran. Setelah 5

bulan berpacaran, kami

pun putus dengan baik-

baik. Tapi aku tetap

menyukainya. Vin, di mana pun kamu,

kalau kau membaca cerita

ini. Ingatlah selalu

kepadaku!

Tamat.

Baca juga cerita sex dewasa lain nya Cerita Sex Ngentot Mencicipi Tubuh Pacar Teman